Selasa, 29 November 2016

MODEL PEMBELAJARAN DAN TEORI BELAJAR YANG MENDUKUNGNYA



MODEL PEMBELAJARAN DAN TEORI BELAJAR
YANG MENDUKUNGNYA
Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi salahsatu Tugas Kelompok Mata Kuliah
“Pembelajaran Bahasa’’


Dosen : Mia Fatimatul Munsi, S.Pd., M.Pd


oleh :
Kelompok 7

Asep Kurnia
Diki Hilman


  



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN  BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SURYAKANCANA
CIANJUR
2016





KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pembelajaran Bahasa.
Penulis menyadari bahwa banyak sekali kesulitan dan hambatan dalam menyelesaikan makalah ini, dan makalah ini masih jauh dari sempurna karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak, penulis harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan.
Akhirnya penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak  yang telah membatu dalam penyelesaian makalah yang berjudul “Model Pembelajaran dan Teori Belajar Yang Mendukungnya”. Semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.


Cianjur,14 Oktober  2016

          Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................  i
DAFTAR ISI................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
1.3  Tujuan ........................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1  Hakikat Belajar dan Pembelajaran............................................................... 3              
2.2  Pengertian Model Pembelajaran....................................................................5
2.3  Teori-Teori belajar Modern yang melandasi pembelajaran………………. 5
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan......................................................................................................

DAFTRAR PUSTAKA       


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar banyak faktor yang memegang peran antara lain guru dan siswa sebagai pelakunya, proses belajar mengajarnya itu sendiri, fasilitas pendukung yang tersedia, lingkungan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar tersebut dan lain sebagainya.
Namun dalam pengamatan serta pengalaman selama ini ternyata banyak sekali keluhan para guru yang mengajar salah satu mata pelajaran. Salah satu diantaranya adalah rendahnya kemampuan siswa dalam mempelajari mata pelajaran tersebut, di lain pihak guru pada umumnya masih kurang memperhatikan kemampuan siswa dan pembelajaran masih terpusat pada guru (teacher center). Padahal pembelajaran matematika merupakan usaha membantu siswa mengkontruksi pengetahuan melalui proses (Marpaung: 2006). Proses tersebut dimulai dari pengalaman, sehingga siswa harus diberi  kesempatan seluas-luasnya untuk mengkontruksi sendiri pengetahuan yang harus dimiliki.
Oleh sebab itu maka kami sedikit memberikan konstribusi tentang model dan teori belajar yang dapat mendukung dalam proses pembelajaran. Karena dalam proses pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan menarik perhatian siswa apabila menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan sesuai dengan materi pembelajaran.






1.2 Rumusan Masalah
  1. Apa hakikat dari belajar dan pembelajaran ?
  2. Bagaimankah model pembelajaran yang dapat di gunakan ?
  3. Teori-teori apa sajakah yang melandasi model pembelajaran  modern ?
1.3  Tujuan
  1. Di ajukan untuk memenuhi tugas kuliah pembelajaran bahasa.
  2. Pembaca dapat memahami hakikat belajar, pengertian model serta teori-teori yang melandasinya dalam pembelajaran.
  3. Bisa memberikan konstribusi kepada rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru.








                                              




BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Hakikat Belajar Dan Pembelajaran 
  1. Pengertian
Belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya, yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Sehingga proses belajar senantiasa merupakan perubahan tingkah laku, dan terjadi karena hasil pengalaman, sehingga dapat dikatakan terjadi proses belajar apabila seseorang menunjukkan tingkah laku yang  berbeda. Mengenai perubahan itu, menurut Bloom meliputi tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Anthony robbins, mendefenisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan) yang sudah dipahami dan sesuatu yang baru.  Dari defenisi tersebut, dimensi belajar memuat beberapa unsure yaitu : penciptaan hubungan, sesuatu hal yang sudah dipahami dan sesuatu yang baru. Jerome brunner dalam ( Romberg & Kaput, 1999) bahwa belajar adalah sesuatu proses aktif dimana siswa membagun pengetahuan baru berdasarkan pada pengalaman/pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Dalam pandangan konstruktivisme “belajar” bukanlah semata-mata mentransfer pengetahuan yang ada diluar dirinya , tetapi belajar lebih pada bagaimana otak memproses dan menginterprestasikan pengalaman yang baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dalam format yang baru. Proses pembangunan  ini bisa melalui asimilasi atau akomodasi (Mc Mahon, 1996). Belajar secara umum diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir.
Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Secara simple dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan  dan pengalaman hidup. Pada hakikatnya pembelajaran adalah usaha sadar oleh seseorang guru untuk membelajarkan kepada sisiwanya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.   

2. Efektifitas Pembelajaran
Dalam praktek proses pembelajaran masing sering didapatkan pola yang masih bersifat transmisif, yaitu pengajar selalu mentransfer konsep-konsep secara langsung pada peserta didik. Sehingga siswa menjadi pasif dalam menyerap struktur pengetahuan yang diberikan guru atau dalalm buku pelajaran.
Sehingga interaksi social dalam belajar ini menjadi sangat penting dalam belajar. Vygotsky (dalam Ackerman, 1996) berpendapat bahwa belajar adalah proses social konstruksi yang dihubungkan oleh bahasa dan interaksi social.
Untuk mengahadapi hal tersebut maka perlu pembelajaran yang efektif. Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Efesiensian dan keefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan baik. Suatu pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan berikut :
1.      Persentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap KBM.
2.      Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi diantara siswa.
3.      Ketetapan antara kandungan materi ajaran dengan kemampuan siswa (orentasi keberhasilan belajar) diutamakan.
4.      Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif mengembangkan struktur kelas yang mendukung.
Keefektifan dalam pembelaran juga memerlukan guru yang efektif. Dalam hal ini guru yang selalu berusaha agar anak didiknya terlibat secara tepat dalam suatu mata pelajaran dengan persentasi waktu belajar akademis yang tinggi dan pelajaran berjalan tanpa menggunakan teknik yang memaksa, negative, ataupun hukuman.





2.2      Pengertian Model Pembelajaran
Model dimaknakan sebagai objek atau konsep yang digunakan untuk mepersentasikan sesuatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensip.
Dari istilah pengertian belajar dan model tersebut dapat dimaksudkan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.

Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode atau prosedur. Model pembelajaran mempunyai empat ciri yaitu :
1.   Rasional teorotis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya;
2.   Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar
3.   Tingkah laku mengjara yang diperlukan  agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil
4.   Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai (Kardi dan Nur, 2000: 9)
2.3      Teori-teori Belajar Modern Yang Melandasi Model Pembelajaran  
Pada mulanya teori-teori belajar dikembangkan oleh para ahli psikologi dan kegiatan belajar itu cenderung diketahui sebagai suatu proses psikologi, terjadi di dalam diri seseorang. Oleh karena itu sulit diketahui dengan pasti bagaimana terjadinya. Karena prosesnya begitu kompleks, maka timbul beberapa teori tentang belajar. Dalam hal ini antara lain teori ilmu jiwa daya, ilmu jiwa gestalt, ilmu jiwa asosiasi dan kontruktivisme (Sardiman, 2003: 30).
Teori belajar menurut ilmu jiwa daya: jiwa manusia itu terdiri bermacammacam daya dan masing-masing daya dapat dilatih untuk memenuhi fungsinya. Menurut ilmu jiwa Gestalt menyatakan bahwa kegiatan belajar bermula pada suatu pengamatan.  Teori belajar yang lain yakni teori belajar menurut ilmu jiwa asosiasi yang terdiri dari Konektionisme dari Thorndike dan teori Conditioning dari Pavlov.
Gagne, seperti yang dikutip oleh Mariana (1999: 25) menyatakan untuk terjadinya belajar pada diri siswa diperlukan kondisi belajar, baik kondisi internal maupun kondisi eksternal.
Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar terdahulu. Kondisi eksternal meliputi aspek atau benda yang dirancang atau ditata dalam suatu pembelajaran. Hasil belajar, Gagne seperti dikutip oleh Mariana (1999: 25) menyatakan dalam lima kelompok, yaitu inetelkual skill, cognitive strategy, verbal information, motor skill, dan attitude.

1.   Teori Belajar Kontruktivisme
Teori ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mngecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai.
Guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga memberi kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya.
2.   Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Teori ini memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses dimana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka.
Empat tingkat perkembangan kognitif:
1.      Sensorimotor: lahir-2 tahun
2.      Praoperasional: 2-7 tahun
3.      Operasi konkret: 7-11 tahun
4.      Operasi formal: 11 tahun sampe dewasa
Implikasi penting dalam model pembelajaran dari teori Piaget:
1.      Memustakan perhatian pada berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya.
2.      Memperhatikan peranan pelik dari inisiatif anak sendiri, keterlibatan aktif adalam kegiatan pembelajaran.
3.      Memaklumi akan adanya perbedaan individual adalam hal kemajuan perkembangan.
3. Metode Pengajaran John Dewey
Metode reflektif di dalam memecahkana masalah, yaitu proses berpikir aktif, hati-hati, yang dilandasi proses berpikir ke arah kesimpulan-kesimpulan yang definitif melalui lima langkah:
1.      Siswa mengenali masalah..
2.      Siswa menyelidiki dan menganalisa.
3.      Menghubungkan hasil analisa dan mengumpulkan berbagai kemungkinan untuk dipecahkan.
4.      Melakukan hipotesis
5.      Mempraktekkan salah satu kemungkinan pemecahan masalah.
Bekerja sangat penting karena memberikan pengalaman yang dapat memimpin orang berpikir sehingga dapat bertindak bijaksana dan benar.
4.      Teori Pemrosesan Informasi
Teori ini menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak.
a.    Pentingnya Pengetahuan Awal
Yaitu sekumpulan pengetahuan dan pengalaman individu yang diperoleh sepanjang perjalanan hidup mereka, dan apa yang ia bawa kepada suatu pengalaman belajar baru (Nuur, 2000: 11)
b.   Register Penginderaan
Register penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera. Register penginderaan ini, mengalami pemrosesan awal melalui:
–          Persepsi
–          Psikologi Gestalt
–          Perhatian
c.       Memori Jangka Pendek
Menurut Miller seperti yang dikutip dalam Nur (1998b: 9), memori jangka pendek mempunyai kapasitas 5-9 bits informasi.
d.      Memori Jangka Panjang
Yaitu tempat di mana pengetahuan disimpan secara permanen untuk dipanggil lagi kemudian, apabila ingin dugunakan (Arends, 1997: 251). Tulving (1985) seperti yang dikutip oleh Nur (1998b: 13), membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu:
–          Memori episodic
–          Memori semantic
–          Memori procedural
Memori jangka panjang ini dapat diperkuat dengan beberapa cara:
–          Tingkat pemrosesan
–          Kode ganda
–          Pemrosesan transfer-cocok
5.      Teori Belajar Bermakna David Auseble
Inti teori ini adalah belajar bermakna. Yaitu suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang (Dahar, 1988: 137).

6.      Teori Penemuan Jerome Bruner
Bruner menganggap bahwa belajar penemuan sesuai dengan sendirinya memberi hasil yang paling baik. Berusaha snediri untuk mencari pemecahan masalah serta pengethauan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna (Dahar, 1988: 125).

7.      Teori Pembelajaran Sosial Vygotsky
Teori ini menekankan pada aspek sosial dari pembelajaran. Menurut Vygotsky bahwa proses pembelajaran akan terjadi jika anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari, anmun tugas-tugas tersebut masih berada dalam jangkauan mereka disebut dengan zone of proximal development (daerah tingkat perkembangan sedikit di atas daerah perkembangan seseorang saat ini).
Satu lagi ide penting dari Vygotsky adalah scaffolding yaitu pemberian bantuan kepada anak selama tahap-tahap awal perkembangannya dan mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil alih tanggungjawab yang semakin besar segera setelah anak dapat melakukannya.

8.      Teori pembelajaran prilaku
Skinner merupakan salah satu tokoh yang sangat berperan dalam teori pembelajaran perilaku yang telah mempelajari hubungan antara tingkah laku dan konsekuensinya mengemukakan bahwa belajar merupakan perubahan perilaku (Gredler, 1994:177
Prinsip yang paling penting dari teori belajar prilaku adalah bahwa perilaku berubah sesuai dengan konsekuensi-konsekuensi langsung dari perilaku tersebut. Konsekuensi tersebut ada yang menyenangkan disebut penguat (rainforcer) dan ada pula yang tidak menyenangkan atau disebut hukuman (punisher).
Adapun tujuan adanya konsekuensi tersebut adalah untuk mengubah perilaku peserta didik. Penggunaan konsekuensi ini disebut pengkondisian operan (operant condition).


BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya, yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Sedangkan pembelajaran pada hakikatnya adalah usaha sadar oleh seseorang guru untuk membelajarkan kepada sisiwanya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.
Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Efesiensian dan keefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan baik.
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
Teori-teori Belajar Modern Yang Melandasi Model Pembelajaran
1.      Teori belajar konstruktivisme
2.      Teori perkembangan kognitif piaget
3.      Metode pengajaran john dewey
4.      Teori pemrosesan informasi
5.      Teori belajar bermakna david ausubel
6.      Teori penemuan Jerome bruner
7.      Teori pembelajaran social vygotsky
8.      Teori pembelajaran prilaku



DAFTAR PUSTAKA
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Cetakan ke-1. Kencana Prenada Media.

Selasa, 03 November 2015

CHAIRIL ANWAR




AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

(1948)
Siasat, Th III, No. 96 1949


MALAM
Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Zaman Baru,  No. 11-12  20-30 Agustus 1957

KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)
Brawidjaja, Jilid 7, No 16, 1957

DIPONEGORO
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)
Budaya, Th III, No. 8 Agustus 1954


PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

(1948)
Liberty, Jilid 7, No 297, 1954
Thursday, April 03, 2003


PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Maret 1943

HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...

SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946

CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946

MALAM DI PEGUNUNGAN
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

1947

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949

DERAI DERAI CEMARA
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
~~~
Dengan Mirat
Kamar ini jadi sarang penghabisan
di malam yang hilang batas
Aku dan engkau hanya menjengkau
rakit hitam
'Kan terdamparkah
atau terserah
pada putaran hitam?
Matamu ungu membatu
Masih berdekapankah kami atau
mengikut juga bayangan itu

1946
Di Masjid
Kuseru saja Dia
sehingga datang juga
Kamipun bermuka-muka
seterusnya ia bernyala-nyala dalam dada
Segala daya memadamkannya
Bersimpah peluh diri yang tak bisa diperkuda
Ini ruang
gelanggang kami berperang
Binasa membinasa
satu menista lain gila
Maju
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Februari 1943
Malam Di Pegunungan
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

1947
Nisan
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.
Rumahku
Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak
Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana
Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu

April 1943
Sajak Putih
buat tunanganku Mirat
Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku
hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah...
Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku...

1944
Senja Di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
Tjerita Buat Dien Tamaela
Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu
Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut
beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan
beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama
dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba
mari menari !
mari beria !
mari berlupa !
awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !
beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau .......
beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu

Senin, 02 November 2015

Proses Perkembangbiakan Ulat



Kupu-kupu berkembang biak dengan cara melakukan sebuah perkawinan dan menghasilkan sebuah telur, telur tersebut berukuran sangat kecil, sebesar kutu. Kupu-kupu biasanya berlelur di permukan dedaunan, seperti daun pisang, daun rambutan, daun jambu air, dan daun lainnya.
Kupu-kupu lebih sering melakukan perkawinan dimusim semi karena musim semi merupakan waktu yang cocok bagi kupu-kupu untuk melakukan perkawinan, ketika musim semi kupu-kupu bertelur lebih banyak karena factor suhu yang tidak terlalu panas, tetapi ketika kupu-kupu bertelur dimusim panas, telur yang dihasilkan kupu-kupu akan sedikit dikarenakan cairan dalam tubuh kupu-kupu sangat sedikit yang dapat memprngaruhi banyaknya telur.
Telur kupu-kupu akan menetas antara 3-5 hari, setelah telur menetas kemudian larva/ulat kecil akan berusaha berjalan kepinggir dedaunan yang masih muda untuk dimakannya, larva/ulat akan memakan dedaunan beberapa waktu untuk bertahan hidup hingga ulat mencapai kedewasaan.

            Larva/ulat kecil sampai menjadi ulat dewasa melewati beberapa tahap dengan cara berganti kulit sampai 4 kali hingga ulat tersebut menjadi ulat dewasa yaitu sebuah kupu-kupu (ulat dewasa).

Kepompong adalah salah satu proses kehidupan serangga yang mengalamai Metamorphosis. Fase ini  hanya didapati pada serrangga yang mengalami metamorphosis lengkap seperti ulat. Yeng meliputiempat tahap:
a.       Embrio
b.      Larva/ulat kecil
c.       Pupa/kepompong
d.      Kupu-kupu/ulat dewasa

Ulat kecil menjadi sebuah kepompong membutuhkan waktu selama 27 hari. Sebelum ulat menjadi kupu-kupu ulat terlebih dulu menjadi kepompong muda/kepongpong lunak, kemudian selama satu minggu kemudian kepompong itu akan mengeras lalu kepompong akan menetas dan keluarlah sebuah ulat dewasa yaitu kupu-kupu. Kupu-kupu muda yang belum bisa terbang dikarenakan sayap-sayap yang belum cukupkuat untuk terbang.


 Kupu-kupu akan berdiam diri beberapa waktu untuk menguatkan sayap-sayap nya sebelum kupu-kupu terbang.

Jenis Karangan            : Narasi

DAFTAR PUSTAKA
Rusyana,Yus dan Samsuri.1983.Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia.
Jakarta:Pusat  
      
Bagus,Ida Putrayasa.2009.Kalimat Efektif (Diksi,Struktur,dan Logika).Bandung:

Refika Aditama.Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1999.KBBI (edisi kedua).Jakarta:Balai Pustaka.

Sekawan,Adi,dkk.2007.EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).Jakarta:Limas.